TIPS LIBURAN

Selasa, 29 Desember 2009

Berlibur pun perlu persiapan khusus.
Meski klise, mencegah lebih baik dari pada mengobati
oleh CRISTIANTIOWATI.

Kalau ada hiu Bagaimana?”Lupakan pertanyaan’besar’yang di picu film-film khayalan macam Jaws(1975) yang diangkat dari novel laris peter Benchley itu.Sang penulis yang merupakan penyelam dan ahli lingkungan, lewat bukunya, Shark Trouble (2001) menepis citra buruk hiu sebagai pemakan manusia.Faktanya dari lebih 440 spesies mulai hiu lentera kate(Etmopterus perryi) sepanjang 17 cm sampai hiu paus (Rhincodon typus) sepanjang 12 m memakan plankton, hanya empat jenis yang tercatat pernah menyerang manusia : hiu putih raksasa yang hanya terdapat di Australia dan Afrika selatan, hiu macan, bull shark, dan hiu ujung sirip putih samudera.

Faktanya bertemu hiu saat menyelam adalah keistimewaan yang justru di nanti. Berkali-kali saya menemui hiu, justru mereka menghindar. Semua makluk takkan menyerang bila mereka tak terganggu oleh kita.

Tahukah anda, bahwa tangan saya dan teman-teman pernah berdarah dipatuk justru oleh Nemo si ikan giru saat menyelam di Bali? Ikan-ikan kecil yang (biasanya) menggemaskan bersembunyi di belalai anemone ternyata saat itu sedang masa kawin. Ia berenang beberapa meter meninggalkan anemone,menyonsong dan mematuk kami untuk melindungi anak-anaknya.

Yang harus diwaspadai justru si kecil nyamuk malaria. Minumlah pil anti malaria jika hendak berlibur ke pantai dan laut yang di ketahui memiliki rawa.

Ada yang justru cedera saat di pantai : tanpa sengaja menginjak ikan lepu batu yang sekilas seperti batu atau karang, kerang contong/batik, ikan pari yang setengah terkubur dipasir di padang lamun, menunggu mangsa, atau tersengat ubur-ubur dan tertusuk bulu babi saat snorkeling karena kurang hati-hati.

Jadi, pakailah alas kaki yang terbaik seperti coral booties saat jalan-jalan sepanjang pantai. Perhatikan posisi tubuh saat snorkeling. Kedua lengan tetap disisi tubuh : nikmati terumbu karang, jangan sentuh, karena mungkin adalah karang api atau hydroid, sekilas mirip suplir yang melepuhkan kulit. Hindari snorkeling dekat bulu babi, karena pembiasan dalam air, kita tidak bisa memastikan panjang durinya yang mencapai 20 cm.
Luka akibat biota laut umumnya berupa tertusuk (bulu babi, karang, endapan) dan raum (tersengat hydroid, karang api, ubur-ubur, anemone). Pertolongan pertama luka tertusuk bisa di atasi dengan mengangkat potongan yang tertinggal dengan sarung tangan atau pingset, lalu rendam bagian terluka dalam air panas (45 derajat celcius) selama 30-90 menit.Kebanyakan racun adalah protein yang akan hancur dan melunak oleh panas.

Rendm atau bubuhi luka raum dengan cairan asam asetat 5% (cuka) untuk pertolongan pertama mengurangi nyeri. Selanjutnya, segera temui dokter untuk pengobatan efektif.

Pada orang tertentu, saya misalnya, pembubuhan obat justru memicu alergi. Dari pengalaman, setelah dibersihkan dengan air tawar, biarkan saja luka dan raum. Tahan tak menggaruk bila gatal datang. Bubuhi saja bedak antigatal atau gel lidah buaya pengurang gatal-bisa dibeli bebas di apotik. Raum akibat sengatan biota laut biasanya berlangsung sekitar dua minggu. Tapi akan mereda bertahap tanpa menimbulkan bekas di kulit.

Sekali lagi, nikmati dan hargailah alam. Sebuah dive centre di Manado, Eco Diver, melarang penyelam bersarung tangan. Tujuannya jelas : jaga jarak aman dengan terumbu karang, jangan sentuh!

Sumber :
National Geographic Traveller Indonesia


Read More / Baca Selengkapnya....

10 PULAU DI INDONESIA INGIN DIKUNJUNGI

Senin, 28 Desember 2009



10 PULAU DI INDONESIA INGIN DIKUNJUNGI
Best Indonesia Island to visit

No
Data
Jumlah
Persentase
  1. BALI 334 69.6%
  2. LOMBOK 137 28.5%
  3. SUMATERA 134 27.9%
  4. KALIMANTAN 123 25.6%
  5. JAWA 69 14.4%
  6. SULAWESI 67 14.0%
  7. PAPUA 66 13.8%
  8. BATAM 19 4.0%
  9. BUNAKEN 15 3.1%
  10. P.SERIBU 15 3.1%

Keterangan:
  1. Survei dilakukan oleh Litbang Media Group pada 03 Agustus 2009
  2. Responden adalah masyarakat pengguna telpon residensial di Jakarta, Medan, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Makassar
  3. Rumah tangga dipilih secara acak melalui buku petunjuk telpon residensial yang diterbitkan PT.Telkom
  4. Jumlah responden 480 orang dewasa (17+, Laki:Perempuan = 50:50)


Sumber :
http://metrotvnews.com/metro10/index.php?metro10=episode&id=89






Read More / Baca Selengkapnya....