POJOK DUNIA YANG BIKIN PENASARAN

Minggu, 10 Januari 2010

Kolam renang terbesar : Lagoon atau danau tepi laut buatan seluas dua pertiga mil di Resor San Alfonso del Mar di Chili ini merupakan kolam renang terbesar si dunia, demikian besarnya hingga tetamu harus menggunakan perahu untuk mencapai satu ujung ke ujung yang lain.

Angka menakjubkan : Gedung Empire State di New York memiliki 73 lift, 102 lantai dan 6.500 jendela, tapi angka yang lebih mencengangkan yaitu 410 : itulah banyaknya hari yang dibutuhkan untuk membangun gedung tertinggi di dunia ini pada masa keterpurukan yang disebut The Great Depression.

Basah, basah, basah : Luas Telaga Superior di Amerika Utara mencapai 31.700 mil persegi, melebihi luas negara bagian South Carolina yang hanya 30.109 mil persegi saja.

Lagu misterius : Meskipun sudah dikumandangkan sejak tahun 1700-an, tapi lagu kebangsaan Spanyol La Marcha Real (The Royal March) tak memiliki lirik resmi, dan tak seorang pun tahu siapa pengarangnya.

Teh berlimpah di China : Ingin tahu seberapa melimpah produksi teh di China? Data terakhir menyebutkan, produksi teh di China mencapai 881.849 ton pertahun, itu sebabnya Negara ini disebut sebagai penghasil teh terbesar kedua di dunia setelah India.

Vodka berlimpah di Rusia : Pemerintah Rusia menerima hasil pajak penjualan vodka sebesar 8 juta Dollar Amerika per hari.

Daya bunga : Parlemen Belanda sedang mempertimbangkan gagasan untuk membangun pulau berbentuk tulip untuk mengurangi kepadatan penduduk serta melindungi pesisir Laut Utara dari volume air laut yang terus meningkat akibat pemanasan global.

Keuntungan ganda : Kue Twinkie, semacam sponge cake dengan isi krim vanilla atau pisang telah dibuat oleh James Dewar asal Inggris pada 1930, tapi justru Cristopher Sell, pemilik ChipShop di Brooklyn yang dinyatakan sebagai penemunya.

Sumber :
National Geographic Traveller Indonesia



Read More / Baca Selengkapnya....

KEHIDUPAN DALAM SEPOTONG CENDRAMATA

Jumat, 08 Januari 2010

Cermatlah membeli dan mencari cendramata bahari.
Oleh DANIEL ABIMANJU CARNADIE

Senja di sebuah resort kepulauan seribu, Jakarta (2001).Saya hendak kembali ke kamar selesai memberi kursus rescue bagi para pemandu selam, ketika dalam keremangan lampu teras terlihat sebuah botol plastik air mineral bergerak memotong jalan tepat di depan saya. Pikiran akan tempat tidur empuk yang menanti, hilang seketika. Otak mengambil alih, memberi pilihan : fight of flight. Belum sempat beraksi si botol sudah masuk kerimbunan pohon di sisi jalan setapak. Dengan senter selam saya periksa botol ajaib itu. Ternyata, seekor kelomang (land hemit crab) tengah memanfaatkannya sebagai rumah.

Pengalaman ini mendatangkan dua ide kepala saya. Pertama, berbagai informasi mengenai pemilihan cendara mata bahari yang ramah lingkungan dan datu lagi, menjual ide, ”botol ngesot” ke produser film horor di tanah air.

Dalam kelompok Crutacea, kelomang memakai cangkang siput (Gastropoda) sebagai bentuk perlindungan diri. Sampai dewasa, seekor kelomang dapat berganti ‘Rumah’ beberapa kali.

Saat tubuhnya berkembang dan rumah lama sudak sesak, ia akan mencari rumah baru. Kalau tak menemukan yang sesuai, hewan itu akan memakai man-made object (baca: sampah) seperti yang saya temui di kepulauan seribu tadi.

Alangkah bagusnya kelomang itu sudah menerapkan prinsip “reuse” dan “recycle”. Sayangnya, manusia telah mengganggu kelangsungan hidupnya lewat tindakan mengambil cakang siput. Akibatnya, ia mesti lebih cerdik dalam upaya mencari rumah baru.

Tiap kali pulang berwisata, kita senantiasa ingin berbagi pengalaman dan cerita. Dan menjadi makin berarti, bila diikuti sebuah benda yang bisa mewakili atau menggambarkan perjalanan itu.

Untuk wisata pantai, kegiatan mencari kerang sudah menjadi semacam acara wajib. Sementara keragaman kerang sendiri, tergantung lokasinya. Makin populer sebuah tujuan wisata pantai, makin sulit menemukan kerang dalam kodisi baik. Pantai yang masih memiliki kerang cukup banyak umumnya berada di daerah terpencil atau masuk kawasan dilindungi.

Sumber :
National Geographic Traveller Indonesia



Read More / Baca Selengkapnya....

Mimpi Boutique Resort Dive Centre & Spa Menjangan Bali

Rabu, 06 Januari 2010

Kamar mandi terbuka dengan pancuran air hangat dan dingin, beratap langit, berpagar tembok tinggi menjaga privacy, dengan juntaian tanaman dan bunga yang tumbuh diluar pagar menawarkan sensasi menyenangkan, menyegarkan dan menyatu dengan alam Bali. Kita diajak berlaku ramah lingkungan. Misalnya, pihak resort menyarankan tak meminta ganti handuk tiap hari. Botol plastik shampo, conditioner, dan pelembut raga yang biasa dijadikan cendera mata, diminta tetap di ruangan untuk di isi ulang, bukan untuk di bawa pulang.

Lantai marmer dan langit–langit tinggi dengan anyaman tradisional khas atap Bali dan pintu geser lebar yang membiarkan angin leluasa lalu-lalang cukup menyejukan, tak perlu menyalakan pendingin ruangan. Beranda luas dengan sofa rotan panjang lebar, anyaman untuk berbaring santai membaca buku atau bercengkrama. Ketiadaan televisi di Patio Room membuat anda benar-benar lari dari keseharian.

Mendiang Wirja Santosa yang pulang kampung ke Bali, 1975, setelah bertahun-tahun menjadi ahli farmasi di Jerman, menggandeng The Group Kent Architect dari Australia merancang resort ini sebagai jelmaan desa Bali, menuju sunset beach bar dan restaurant yang berbatasan langsung dengan hutan bakau, anda bakal melewati jalan setapak melalui 30 patio room dan 24 courtyard villa yang disemaraki flora khas Bali-kamboja dan kolam kecil teratai, melalui hamparan rumput hijau dengan pohon-pohon besar disana-sini. Sambil sarapan dan berbincang santai, para nelayan yang berangkat menangkap ikan dengan perahu bercadik, dan anak-anaknya yang riang bermain diantara perahu-perahu yang tertambat di batas resort, tak luput dari perhatian anda. Sementara sebagian pejalan asyik menyelam, orang-orang tercinta dan anak-anak pun bisa asyik berendam di kolam air panas alami, berperahu lesung (canoeing) atau birdwatching.

Tersedia 30 patio room, dan courtyard-courtyard villa with pool dan grand courtyard villa with pool mulai US$ 100 plus pajak dan layanan per malam, termasuk sarapan. Paket menyelam dan snorkeling mulai US$ 50, dan kursus menyelam mulai US$100. Hubungi 03612-94497, www.mimpi.com
Sekecil apa pun wisma tamu dan hotel di Bali, selalu ada kolam renang, walau sekadar untuk berendam dan bergerak terbatas. Cukuplah untuk melepas penat sembari bergurau bersama keluarga atau rekan perjalanan. Di Puri Sindhu Mertha, dengan bangunan minimalis modern berpadu sentuhan Bali pada interior dan perniknya, kolam seolah menjadi tempat pertemuan dari dua deret kamar yang berhadapan.

Terletak di tepi jalan yang tak terlalu ramai, suara kendaraan yang sesekali melintas terendam oleh rancang dinding ruang penerimaan tamu yang menyisakan pintu masuk ke deretan kamar di kanan kiri. Staf yang tak banyak tetap menunjukan layanan ramah dan siap menyenangkan tamu – bersedia memasakan hidangan khusus yang tak tertera di menu standar, misalnya - sesuatu yang sulit dilakukan bila anda menginap di hotel dan resort besar.

Berkonsep small luxury guesthouse dan exclusive hotel suite, tersedia 10 standar rooms, 9 suites, 1 family suites mulai Rp 350.000 permalam termasuk pajak dan layanan, dan sarapan datangi di jalan danau poso 27 & 53, tanjung sanur & blanjong sanur,hubungi 0361-286736, 288803, www.sindhumertha.com

Sumber :
National Geographic Traveller Indonesia



Read More / Baca Selengkapnya....

Jalan-jalan di BALI

Senin, 04 Januari 2010

Setelah tak bisa menampik godaan denyut ramai matahari terbenam, selanjutnya, banyak pejalan jatuh hati pada ”bali sejati” : dataran tinggi Ubud, dan landai pantai bali barat atau sanur di timur.

Rata-rata pejalan menghabiskan 1-2 minggu untuk menghirup energi baru dari keteduhan desa internasional Ubud, di Kabupaten Gianyar, sekitar 30 km dari Denpasar, didaratan dengan ketinggian 600 m dpl.

Keramahan masyarakat serta keindahan panoramanya telah memikat pelukis, pemahat, penari – sebagian asal mancanegara - untuk menetap. Contohnya, Hitek Tjampuhan dan spa (1928) yang tadinya merupakan kediaman walter spies serta royal pita maha (1934) milik Tjokorda Gde Agung Sukawati. Sementara Taman Nasional Bali Barat dan lokasi penyelaman pulau menjangan merupakan daya tarik utama wisata di ujung barat pulau pulau dewata. Bila beruntung kita kita masih bisa menyaksikan curik atau jalak abali (leucopsar rothschilldi) yang nasibnya mendekati harimau bali (panthera tigris balica), dinyatakan punah sejak 1937.atau menyelami tujuh titik lokasi di sekitar pulau menjangan. Kala surface interfal, kita dapat menyaksikan rusa (mantiacus muntjak) menampakan diri di pulau yang meminjam namanya : menjangan

Sanur kawasan pantai di Kabupaten Badung, timur bali, 6 km dari Denpasar, menjadi tujuan berselancar dan menikmati matahari terbit. Museum le-Mayeur, pasar seni duyung dan griya, ramai dikunjungi untuk mereguk adikarya seni bali. Sanur juga menjadi titik pemberangkatan terdekat untuk petualangan bahari di Nusa Penida dan Lembongan.

Terletak di jalan raya tjampuan yang membelah Ubud. Sejalan dengan aneka pemandangan dan Antonio Blanco Museum, istana dan pasar Ubud. Di ambang kamar, indra penciuman disambut semerbak lembut daun pandan cincang segar dalam cawan kecil di meja, dekat tempat tidur berkelambu. Ini merupakan aromatherapy alami dari sendiri. Udara segar dan sinar mentari menembus kamar. Penyejuk udara dan televisi rasanya tak perlu di manfaatkan kali ini. Lebih baik santai di teras, menikmati taman tropis dan petak-petak hijau sawah padi yang ada di sisi resort, yang tak jarang disinggahi bebek beriringan – sebuah kesegaran penuh keakraban khas desa.

Kegiatan lain, membaca buku favorit, berjalan kaki, bersepeda atau memanjakan diri dengan spa ala Bali yang diakui sebagai yang terbaik didunia.

Gaya modern berpadu sentuhan tradisional bali, small boutique resort, fasilitas bintang 3 (***) tersedia hanya 11 anjungan (pavilion) –superior dan deluxe pavilion, raka dan anini suite, 27-44 m2, bertarif US$ 133.10- 199.65/ malam termasuk sarapan. Antar jemput bandara US$ 15/orang, atau bila sendirian satu mobil, membayar untuk dua orang. Hubungi 0361-975213 http://aninirakaresort.com

Sumber :
National Geographic Traveller Indonesia


Read More / Baca Selengkapnya....

Konservasi Badak Jawa

Sabtu, 02 Januari 2010

“Kabar Baik “ Dari Ujung Kulon

Studi kamera dan video jebak terkini menghembus angin segar bagi upaya konservasi Badak Jawa Ujung kulon yang berada di tubir kepunahan.
Oleh FIRMAN FIRDAUS.

Siang itu mentari begitu perkasa. Namun memasuki lekuk-lekuk sungai Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), sinarnya tertahan tutupan kanopi hutan yang yang rapat. Kicau berbagai jenis burung dan kayuhan dayung memercik air, ikut meningkahi perjalanan kami dengan kano, menyusur sungai membelah hutan Cigenter, habitat utama Badak Jawa (Rhiconoceros sondaicus) terakhir – selain di Vietnam- yang berada di jurang kepunahan,

Memasuki kawasan hutan, mulai terlihat jejak-jejak kaki badak. Sumardi, salah satu salah seorang petugas lapangan, dengan sigap mengeluarkan meteran untuk mengukur dIameternya, lalu mencatat dengan teliti. Pengukuran besar, jumlah, arah, dan usia jejak kaki badak hanyalah satu dari serangkaian upaya untuk mengetahui jumlah populasi dan prilaku badak jawa. Sejak desember 2008, Tim pemantau telah memasang 34 kamera dan 30 video jebak untuk mendapatkan gambaran lebih nyata perihal prilaku hewan yang tergolong dalam binatang berkuku ganjil (perrisdactyla) itu.

Gambaran visual dari rekaman video juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi morfologi badak ; mulai garis wajah, garis mata, bentuk cula, bentuk telinga, gelambir dan banyak lagi “Tak kalah penting, penentuan jenis kelamin, dimana pada badak betina tidak memiliki cula. Penentuan jenis kelamin berguna untuk mengetahui rasio pejantan–betina sehingga bisa diperkirakan laju reproduksinya,” jelas Iwan Podol, anggota tim pemantau badak yang sudah menjadi sekarelawan sejak 1990 dan kemudian bergabung sebagai Rhino Monitoring Officer WWf Indonesia sejak tahun 2000. WWF sendiri bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon sudah mulai melakukan upaya konservasi badak jawa dikawasan ini sejak 1960-an.

“Langkah lain yang cukup penting dalam upaya konservasi badak jawa di TNUK adalah dengan memperluas padang pengembalaan banteng jawa (Bos javanicus),” ujar Agus Priambudi, kepala Balai TNUK. Terakhir.tim pemantau ”Rhino Monitoring and Protection Unit” telah memperluas padang penggembalaan hingga 15 hektar yang terdapat di Cidaon dan Cigenter.

Langkah ini, imbuhnya, merupakan cara untuk mengurangi kompetisi antara banteng dan badak dalam memperebutkan lahan (habitat) dan makanan. Pasalnya, pertumbuhan populasi banteng begitu cepat sehingga diperlukan usaha lebih keras untuk melokalisasi habitat banteng agar tidak mengganggu populasi badak.

Berdasarkan metode survei yang digunakan saat ini, populasi Badak Jawa diperkirakan mencapai jumlah 50 ekor. Angka ini hampir dua kali lipat dari periode 30 tahun lalu, yakni sekitar 27 ekor. Namun, ini tidak membuat tim di TNUK berpuas diri. Ancaman penyakit seperti anthrax dan penyakit-penyakit yang belum diketahui penyebabnya masih nenghantui.

Analisis terhadap perbaruan metode survei juga terus diupayakan. “Jangan-jangan malah metodenya yang ‘salah’ karena jumlahnya relative stabil selama beberapa tahun belakangan,” papar Agus setengah berseloroh.

Untuk itu, tahun ini TNUK bekerja sama dengan Laboratorium Ekologi Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menguji coba metode baru survei populasi Badak Jawa. Bersama IPB, TNUK bermitra untuk menelusuri peta keturunan Badak Jawa melalui penelitian DNA menggunakan sample dari dari kotoran badak. Studi mengenai peta keturunan bertujuan mengidentifikasi individu yang sehat dan produktif, sehingga badak dengan kekerabatan yang dekat bisa “dipisahkan“ demi menjaga keanekaragaman sifat genetic.

Salah satu kendala yang saat ini tengah dirasakan dalam penelitian populasi badak jawa. Menurut Agus, adalah masih minimnya informasi akan biologi badak, baik perilaku maupun reproduksinya. ”Kedepanya, diperlukan semacam sanctuary atau suaka bagi penelitian badak agar upaya konservasi bias lebih optimal,” pungkas agus.



Read More / Baca Selengkapnya....