LOKASI PENYELAMAN TERBAIK INDONESIA
15. BANTEN: Pulau Sebuku, Sebesi dan Sangeang (Nilai: 3,29) Peringkat kemudahan menuju lokasi dinilai tinggi (3,58), demikian pula dengan nilai kepuasan sebanding biaya yang dikeluarkan (3,59).
”Wreck diving ekonomis dan menumbuhkan semangat belajar sejarah serta oseanografi perairan sekitar Sumatera,” kata Annelies Budiatmadja, responden asal Indonesia yang bekerja di Singpura.
Bisa dicapai dengan cara liveboard, bertolak dari Labuhan Anyer, Carita menuju Krakatau. Lantas menyisir menuju pantai Selatan Sumatera.
Sebesi dan Sebuku merupakan pulau vulkanik di utara Krakatau. Sebuku-Sebesi-Sangeang (Sanghyang) membentuk segitiga di atas perairan Selat Sunda.
Suguhan utama bisa dijumpai dekat pantai timur Sebuku: bangkai kapal Belanda, Evertsen, yang tumbang tak lama berselang dari HMAS Perth dan USS Houston dalam pertempuran Selat Sunda.
Dasar laut dari batuan basalt lava Krakatau menjadi daya tarik utama, ditambah aneka biota perairan. Seperti Kima raksasa (Tridacna Aquamosa), Anemon Clark (Amphiprion Clarkii), flatworm, nudibranch dan karang bercabang Acropora, Montipora, Fungia Simplex.
Sumber :
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER Indonesia
”Wreck diving ekonomis dan menumbuhkan semangat belajar sejarah serta oseanografi perairan sekitar Sumatera,” kata Annelies Budiatmadja, responden asal Indonesia yang bekerja di Singpura.
Bisa dicapai dengan cara liveboard, bertolak dari Labuhan Anyer, Carita menuju Krakatau. Lantas menyisir menuju pantai Selatan Sumatera.
Sebesi dan Sebuku merupakan pulau vulkanik di utara Krakatau. Sebuku-Sebesi-Sangeang (Sanghyang) membentuk segitiga di atas perairan Selat Sunda.
Suguhan utama bisa dijumpai dekat pantai timur Sebuku: bangkai kapal Belanda, Evertsen, yang tumbang tak lama berselang dari HMAS Perth dan USS Houston dalam pertempuran Selat Sunda.
Dasar laut dari batuan basalt lava Krakatau menjadi daya tarik utama, ditambah aneka biota perairan. Seperti Kima raksasa (Tridacna Aquamosa), Anemon Clark (Amphiprion Clarkii), flatworm, nudibranch dan karang bercabang Acropora, Montipora, Fungia Simplex.
Sumber :
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER Indonesia