Kepulauan Indonesia sungguh beruntung berada di jantung Segitiga Terumbu Karang (The Coral Triangle) antara Filipina, Papua Nugini, Solomon, Fiji, Australia utara. Keistimewaan keanekaragaman hayati laut seluas 5,7 juta km2 ini setara kekayaan hutan Amazone.
Keindahan alam bawah laut tanah Air itu telah mengundang pejalan lokal dan asing untuk menikmati dengan menyelam bahkan snorkling. Selam, cabang olahraga yang awalnya dinilai eksklusif oleh sebagian masyarakat Indonesia, telah berkembang pesat. Penyediaan peralatan dan layanan wisata selam oleh dive operator sampai tenaga lepas pemandu selam turut meramaikan industri pariwisata selam negeri kita.
Dalam seminar nasional tentang pengembangan wisata bahari di Bali pada 2002, Cipto Aji Gunawan, seorang PADI Course Director mengungkapkan, bahwa potensi industri wisata selam Indonesia minimal tiga kali lebih besar dari pada Thailand. Untuk lokasi penyelaman, Indonesia memiliki 34 dan Thailand 13 saja. Ini tanpa memperhitungkan calon lokasi-lokasi selam di Indonesia yang belum dijelajahi atau diusahakan, serta pembelian peralatan, pengeluaran biaya kursus dan efek bola salju terhadap pelesatarian lingkungan.
Tapi data membanggakan itu tidak berdiri sendiri. Pelaku individu sampai tingkat individu sampai tingkat pemerintahan mesti berbenah. Dengan lokasi penyelaman kurang dari setengah jumlah di Indonesia, Thailand mampu meraup 128-240 juta dolar AS, bandingkan dengan indonesia yang berkisar 13,28-24 juta dolar AS. Cipto menaksir berdasarkan sifat Thailand dan Indonesia yang lebih sebagai daerah tujuan penyelaman, dibanding sebagai daerah asal penyelam. Lewat asumsi itu Indonesia ditaksir bisa meraup 507-960 juta dolar AS lewat penginapan, selam dan kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan penyelaman, bahkan kegiatan tambahan pengisi jeda sebelum laik terbang setelah penyelaman berakhir.
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA baru saja menggelar angket yang bertujuan memeringkatkan lokasi penyelaman terbaik di Indonesia. Meliputi faktor keindahan dan keragaman, tantangan penyelaman, ketersediaan wisata tambahan, pelayanan, nilai kepuasan dibanding biaya, kelestarian lokasi dan kemudahan menuju lokasi. Rata-rata nilai (skor) dari skala 1 (sangat tidak bagus) hingga 5 (sangat bagus).
Kami melibatkan pelaku penyelaman melalui survei online di http://www.nationalgeographic.co.id/sub/survey/ (16 Maret hingga 1 April 2009) serta angket dalam Deep Indonesia (27-29 Maret 2009) di Balai Sidang Jakarta. Lewat metodologi purposive sampling (wakil tepat sasaran), sampai batas akhir penelitian menjaring 421 responden. Dengan profil demografis, usia rata-rata 30 tahun, pria 71% dan wanita 29%, sebesar 64% merupakan penyelam bersertifikat dari lembaga PADI (43%).
Berikut ini peringkat lokasi penyelaman terbaik Indonesia 2009 hasil survei Litbang NG TRAVELER INDONESIA. Selengkapnya, kunjungi http://www.nationalgeographic.co.id/sub/hasil survey.
LAYANAN WISATA BAHARI
Layanan operator dan pemerintah terkait sangat menyokong keberlangsungan tujuan wisata bahari. Simak angka pemeringkatan survey penyelaman kami di bawah ini:
Keindahan dan keragaman: (4,81)
Kepuasan dibanding biaya: (4,52)
Tantangan Penyelaman: (4,42)
Kelestarian lokal: (4,35)
Kemudahan menuju lokasi: (4,17)
Pelayanan: (4,12)
Tersedia wisata tambahan: (3,85)
Hal yang melibatkan sumber daya manusia secara langsung ada diperingkat rendah, yaitu berdasar pelayanan (4,12). Bila nilai ini dapat didorong ke peringkat atas, tentu akan memberikan nilai positif terhadap kelanjutan wisata bahari.
Sumber :
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA
Keindahan alam bawah laut tanah Air itu telah mengundang pejalan lokal dan asing untuk menikmati dengan menyelam bahkan snorkling. Selam, cabang olahraga yang awalnya dinilai eksklusif oleh sebagian masyarakat Indonesia, telah berkembang pesat. Penyediaan peralatan dan layanan wisata selam oleh dive operator sampai tenaga lepas pemandu selam turut meramaikan industri pariwisata selam negeri kita.
Dalam seminar nasional tentang pengembangan wisata bahari di Bali pada 2002, Cipto Aji Gunawan, seorang PADI Course Director mengungkapkan, bahwa potensi industri wisata selam Indonesia minimal tiga kali lebih besar dari pada Thailand. Untuk lokasi penyelaman, Indonesia memiliki 34 dan Thailand 13 saja. Ini tanpa memperhitungkan calon lokasi-lokasi selam di Indonesia yang belum dijelajahi atau diusahakan, serta pembelian peralatan, pengeluaran biaya kursus dan efek bola salju terhadap pelesatarian lingkungan.
Tapi data membanggakan itu tidak berdiri sendiri. Pelaku individu sampai tingkat individu sampai tingkat pemerintahan mesti berbenah. Dengan lokasi penyelaman kurang dari setengah jumlah di Indonesia, Thailand mampu meraup 128-240 juta dolar AS, bandingkan dengan indonesia yang berkisar 13,28-24 juta dolar AS. Cipto menaksir berdasarkan sifat Thailand dan Indonesia yang lebih sebagai daerah tujuan penyelaman, dibanding sebagai daerah asal penyelam. Lewat asumsi itu Indonesia ditaksir bisa meraup 507-960 juta dolar AS lewat penginapan, selam dan kegiatan lain yang berhubungan langsung dengan penyelaman, bahkan kegiatan tambahan pengisi jeda sebelum laik terbang setelah penyelaman berakhir.
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA baru saja menggelar angket yang bertujuan memeringkatkan lokasi penyelaman terbaik di Indonesia. Meliputi faktor keindahan dan keragaman, tantangan penyelaman, ketersediaan wisata tambahan, pelayanan, nilai kepuasan dibanding biaya, kelestarian lokasi dan kemudahan menuju lokasi. Rata-rata nilai (skor) dari skala 1 (sangat tidak bagus) hingga 5 (sangat bagus).
Kami melibatkan pelaku penyelaman melalui survei online di http://www.nationalgeographic.co.id/sub/survey/ (16 Maret hingga 1 April 2009) serta angket dalam Deep Indonesia (27-29 Maret 2009) di Balai Sidang Jakarta. Lewat metodologi purposive sampling (wakil tepat sasaran), sampai batas akhir penelitian menjaring 421 responden. Dengan profil demografis, usia rata-rata 30 tahun, pria 71% dan wanita 29%, sebesar 64% merupakan penyelam bersertifikat dari lembaga PADI (43%).
Berikut ini peringkat lokasi penyelaman terbaik Indonesia 2009 hasil survei Litbang NG TRAVELER INDONESIA. Selengkapnya, kunjungi http://www.nationalgeographic.co.id/sub/hasil survey.
LAYANAN WISATA BAHARI
Layanan operator dan pemerintah terkait sangat menyokong keberlangsungan tujuan wisata bahari. Simak angka pemeringkatan survey penyelaman kami di bawah ini:
Keindahan dan keragaman: (4,81)
Kepuasan dibanding biaya: (4,52)
Tantangan Penyelaman: (4,42)
Kelestarian lokal: (4,35)
Kemudahan menuju lokasi: (4,17)
Pelayanan: (4,12)
Tersedia wisata tambahan: (3,85)
Hal yang melibatkan sumber daya manusia secara langsung ada diperingkat rendah, yaitu berdasar pelayanan (4,12). Bila nilai ini dapat didorong ke peringkat atas, tentu akan memberikan nilai positif terhadap kelanjutan wisata bahari.
Sumber :
NATIONAL GEOGRAPHIC TRAVELER INDONESIA