Hotel Idaman : LAYANAN DAN KERAMAH-TAMAHAN, TIDAK MEMBEDAKAN TETAMU

Sabtu, 15 Agustus 2009

Jay Subyakto geram pada dirinya di tolak masuk oleh petugas sebuah hotel yang menjadi langganan wisatawan mancanegara. Menurut Jay, di tengah dunia yang gencar mendengungkan kesetaraan, seharusnya di berlakukan aturan guna menertibkan sikap negatif semacam itu. Setiap manusia -wisatawan lokal maupun mancanegara - layak di perlakukan secara adil dan di berikan kepedulian setara. ”Jangan melakukan pembodohan,” ungkap Jay, sembari berharap perlakuan rasis yang pernah ia alami, tak akan terulang lagi.

Bagi Jay, keramah tamahan yang mengesankan yang ia rasakan saat menginap di pondok Riung SVD di Florest, Nusa Tenggara Timur. Selain unsur Hospitality, tempat penginapan ini juga menyajikan makan higienis, serta menawarkan lanskap cantik. Lainnya, Jay juga terkesan dengan Hotel Tanjung Sari, Sanur, dan Menjangan Resort di Bali, yang Eco-Friendly dan bernuansa klasik.

Sementara peserta diskusi yang lain menjagokan hotel Mercure Jakarta, Novotel Kuta Lombok, Hotel Majapahit Surabaya dan Hotel Santika, sebagai tempat penginapan yang memberi pelayanan dan keramah tamahan yang memuaskan, dan tidak berlebihan. Berbeda pendapat pada yang lain, William Wongso lebih menyukai keramah tamahan yang di tunjukkan resort dengan personality yang membuatnya serasa berada di rumah, bukan di Hotel berbintang lima.

Konsep sebuah hotel Lido Lakes dengan ruang-ruang hijau yang menyebar di sekeliling Hunian. Memberi kesegaran badan dan Rohani. Bagan-bagan bambu menghadirkan sentuhan tersendiri.
Front Desk Grand Kemang, yang menyajikan gaya Futuristik.

National Geographic Traveller Indonesia




*****
Related Posts by Categories