Sebuah Gagasan Tentang Hotel, Bisa Berangkat Dari Kecintan Luar Biasa Terhadap Barang Antik, Seni, Sejarah, Romantisme Dan Kenangan

Sabtu, 08 Agustus 2009

Hotel Sari yang didirikan Wijaya Waworuntu pada 1962. Tapi menurut Anhar, yang menjadi inspirasinya adalah Hotel Raffles lama yang benar-benar berhasil membuat membuat hanyut ke kehidupan masa lampau.

Ganesha Gallery dibuka tahun 1995 sebagai Four Season Hotel Jimbaran Bali. Akhir tahun berikutnya, Komaneka Resort dibuka dan menampilkan Komaneka Gallery di bagian depan lahannya di Ubud. Konon, diakhir 1950-an dan awal 1960-an, Bung Karno sering mengajak tamu negara mengunjungi Gallery James Pandi di Sanur sambil bersantap, menikmati bahkan akhirnya berbelanja karya seni. Kedekatan hubungan antara hospitality dan apresiasi seni seperti itulah yang menjadi inspirasi para hotelier untuk menyertakan gallery di hotel.

Apakah gagasan serupa juga “dipinjam” dari ide hotel di luar negeri, tak di ketahui jelas. Broomhill Art Hotel yang dikenal sebagai hotel yang menampilkan taman patung di taman cantik North Devon, Inggris muncul 1997. Dua tahun kemudian, Steve Wynn mendirikan Hotel Bellagio dengan gallery seni rupa. Koleksinya, termasuk karya-karya Paul Gauguin, Vincent van Gogh, Hendrri Metesse, Pablo Picasso, Andy Warhol, yang sebelumnya di pamerkan di Nevada Museum of Art in Reno, sebagian di pamerkan di gallery itu, sebagai permata koleksi ini. Tampil karya Picasso, Le Reve, yang konon dibelinya 1997 seharga US$ 48,5 juta. Namun resor mewah Grand Wailea di Maui, dihiasi patung-patung karya Fernando Botero.

Keberadaan karya seni dalam kemewahan hotel, seperti lukisan monumental Jaka Tarub karya Basoeky Abdullah terpajang megah di loby hotel Le Maridien di Jakarta, tak menjamin hotel itu berkesan. Pada akhirnya, para hotelier juga menyadari, bahwa selain pelayanan yang baik, pengunjung terkesan pada suasana dan kenangan yang dihadirkan.

Semakin indah dan romantis nuansa yang berhasil ditumbuhkan lewat karya-karya seni, semakin baik pula kesan mereka pada hotel. Mudah-mudahan para pengelola dan pemilik hotel tertarik melestarikan benda-benda bernuansa seni, sejarah dan budaya yang berhubungan dengan sejarah sosial masyarakat kita.

oleh AMIR SIDHARTA
National Geographic Traveller Indonesia


*****
Related Posts by Categories