Bicara soal menginap di hotel, tinggal dengan cara berhemat merupakan tren terbaru yang terjadi dalam induistri perhotelan. Para pejalan di masa resesi saat ini khususnya para pejalan bisnis telah meninggalkan jaringan-jaringan ultra mewah separti Four Seasons dan Ritz Carlton dan sebagai gantinya mereka menginap di kamar-kamar bertarif lebih rendah yang termasuk jaringan hotel seperti Kimpton dan JW Marriott.
``Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menikmati kemewahan berlebihan,’’ papar konsultan industri pelayanan (hospitality) dari San Francisco, Andrew Freeman. Tapi apakah pendapat ini mewakili kondisi yang sesungguhnya ? kini banyak jaringan hotel tingkat menengah yang menyediakan selimut bulu angsa, sarana kebugaran dan perawatan tubuh, serta perlengkapan tempat tidur dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi.
Sementara di saat yang sama, hotel-hotel bintang lima tengah dibelenggu tiga permasalahan : tamu-tamu yang mendadak miskin hingga tidak mampu lagi membayar segala macam tagihan. Termasuk dalam golongan itu adalah para pejalan bisnis, yang tidak ingin terlihat seakan mereka masih bergelimang kekayaan dan menghindari hotel-hotel ultra mewah dan berpaling ke hotel jaringan menengah.
Bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi itu? Hotel-hotel eksklusif bisa saja menurunkan tarif, tapi tidak akan merusak citra dan keberadaanya. Jadi, kita perlu rajin mencari jaringan hotel yang mencoba manawarkan kemewahan tanpa perlu membayar mahal. ANDREW NELSON.
From :
National Geographic Traveller Indonesia
``Saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menikmati kemewahan berlebihan,’’ papar konsultan industri pelayanan (hospitality) dari San Francisco, Andrew Freeman. Tapi apakah pendapat ini mewakili kondisi yang sesungguhnya ? kini banyak jaringan hotel tingkat menengah yang menyediakan selimut bulu angsa, sarana kebugaran dan perawatan tubuh, serta perlengkapan tempat tidur dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi.
Sementara di saat yang sama, hotel-hotel bintang lima tengah dibelenggu tiga permasalahan : tamu-tamu yang mendadak miskin hingga tidak mampu lagi membayar segala macam tagihan. Termasuk dalam golongan itu adalah para pejalan bisnis, yang tidak ingin terlihat seakan mereka masih bergelimang kekayaan dan menghindari hotel-hotel ultra mewah dan berpaling ke hotel jaringan menengah.
Bagaimana sebaiknya menyikapi kondisi itu? Hotel-hotel eksklusif bisa saja menurunkan tarif, tapi tidak akan merusak citra dan keberadaanya. Jadi, kita perlu rajin mencari jaringan hotel yang mencoba manawarkan kemewahan tanpa perlu membayar mahal. ANDREW NELSON.
From :
National Geographic Traveller Indonesia