Hotel Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2009

Hotel Keluarga : ‘Spesies’ Langka?
Menjaga properti unik terus beroperasi bukanlah hal mudah dan sederhana.
Oleh MARGARET LOFTUS


Kelihaian mengelola bisnis hotel mengalir deras dalam darah keluarga Beach. Sudah berlangsung lebih dari seabad, dimulai tugas Ardelia Beach sebagai induk semang bagi para pelancong berwisata musim panas di peternakan keluarga, Lake Champlain, Vermont.

Kemenakan lelaki sekaligus pegawainya, A.P., kemudian membeli properti itu dan menambahkan padang golf 9-hole serta beberapa pondok wisata. Anak-anaknya meneruskan estafet bisnis yang ia lakukan dan kini, kakak-beradik generasi keempat Pennie dan Bob Beach memandori lebih dari 74 pondok dan lahan pedesaan seluas 325 hektar, bernama Basin Harbor Club. “Banyak keluarga secara turun –temurun menjadi langganan kami,” kata Bob.

Namun, tempat-tempat seperti Basin Harbor Club saat ini makin jarang ditemukan. Lebih dari sepertiga bisnis milik keluarga yang diwariskan oleh generasi kedua menuai kesuksesan dan hanya sekitar 16% berhasil diturunkan ke generasi ketiga. Sementara angka spesifik mengenai jumlah pengusaha hotel sejenis ini tidak tersedia.

Keluarga Beach dan pelaku bisnis perhotelan keluarga lainnya mengatakan, tantangan yang dihadapi untuk menjaga agar properti ini tetap menjadi milik keluarga sangat berat, dan ini disebabkan faktor seperti menggelembungnya pajak dan biaya perawatan, serta tekanan untuk menjual properti ke pengembang. Beberapa bahkan khawatir properti-properti penting dan bernilai ini akan lenyap seperti toko-toko kecil yang dikelola pasangan suami isteri, tergusur oleh toko-toko yang menempati bangunan beton besar dan menjulang. Pada akhirnya, sebuah warisan yang sangat bernilai dipertaruhkan, debat Thierry Roch, direktur eksekutif Historic Hotels of America, ”Ini bukan sebatas arsitekturnya, namun tentang hubungan dan momentum. Tentang rasa keterikatan pada sebuah tempat, kebersamaan, dan kenangan dalam hidup seseorang.”

Ironisnya, di sebuah era dimana keinginan para pejalan untuk mendapatkan hal-hal yang alami dan otentik semakin meningkat, kita justru berisiko kehilangan jenis penginapan yang paling otentik dan asli dari semua yang ada. ”Hotel-hotel keluarga ini telah menjadi bagian dari kehidupan para tamunya,” kata Marry Billingsley, direktur hubungan masyarakat Historic Hotels. ”Mereka selalu kembali, tahun demi tahun, berharap untuk bertemu pemiliknya. Ini tak terjadi pada hotel besar umum.”

Walaupun kini banyak jaringan hotel-hotel mewah memiliki hotel butik, sentuhan pribadi dan rasa berbeda makin sulit didapatkan. ”Ada nilai nyata jika pemiliknya hadir dan terjun langsung mengelola setiap hari,” kata Dan Musser, yang keluarganya memiliki Grand Hotel di Mackinac Island, Michigan, sejak 1932. ”Jika ada tamu melihat ayah saya memungut secarik kertas di ruang tamu, mereka memberikan apresiasi berbeda.”

Sebagian daya tarik hotel keluarga adalah kebiasaan-kebiasaan khusus dan unik. Contohnya, Basin Harbor masih mengharuskan para tamu pria mengenakan jas saat makan malam. Di Mohonk Mountain House yang terletak di Hudson Valley, New York, dan kini berada dibawah pengelolaan generasi keempat keluarga pemiliknya, paket khas Amerika, tarif kamar perhari termasuk tiga kali makan-masih berlaku. ”Di dunia yang berubah dengan sangat cepat, manusia mencari sesuatu yang tidak berubah,” kata direktur marketing Mohonk, Nina Smiley, yang menikah dengan Albert Smiley, keturunan yang memiliki nama keluarga sama dan merupakan buyut keponakan laki-laki pendirinya.

Namun, ada batasan jelas antara hotel keluarga bergaya kuno penuh pesona, dengan yang membosankan dan kusam. Salah satu perjuangan terberat para pemilik hotel keluarga adalah membuat tamu dari generasi baru tertarik datang yang kebanyakan berharap mendapat fasilitas modern seperti WiFi, Vodka Grey Goose di ruang duduk sekaligus tetap menyenangkan hati para pelanggan lama yang kemungkinan tersinggung jika ada perubahan, walau sedikit, pada rumah kedua tercinta mereka. Salah satunya, pelanggan lama kerap mempertanyakan menu legendaris.

Antisipasi agar tamu tetap mengalir, ”Kami melakukan penyeimbangan,” kata Smiley. Mohonk telah melakukan beberapa penambahan fasilitas, seperti ring seluncur es dan spa. Di Colony Hotel dan Cabana Club yang terletak di Del Ray, Florida, pemiliknya Jestena Boughton menambahkan TV layar datar.

Mengapa tidak banyak keluarga yang berhasil mempertahankan bisnis hotel mereka? Musuh nomor satu adalah kurangnya perencanaan suksesi/serah terima tampuk pengelolaan. ”Keadaan menjadi sangat rumit saat kematian generasi pertama terjadi,” Alfred Peguero, seorang rekanan di Pricewaterhouse Cooper bagian Layanan Perusahaan Swasta menjelaskan, ”Negara Amerika Serikat dapat mengambil alih kepemilikan usaha 45%. Saat sang kepala keluarga meninggal, pajaknya dapat membuat usaha tutup.” Tanpa perencanaan kepemilikan properti yang baik dan tepat, kata Peguero, para pewarisnya kemungkinan terpaksa harus menjual properti hanya untuk membereskan kewajiban pajaknya. Juga, ada beberapa biaya dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan. Biaya untuk menjaga dan merawat sebuah properti bersejarah juga dapat menjadi penghalang.

Di Baltimore Estate di Asheville, North Carolina, yang dibangun oleh George W. Vanderbilt pada 1895 dan saat ini dikelola cicitnya, Bill Cecil, Jr., biaya konservasi dan pemaliharaanya saja sudah mengambil porsi besar dari anggaran tahunan. Bahkan, banyak properti milik swasta berakhir dengan disumbangkan atau dijual ke negara karena pemiliknya tidak mampu membayar pajak dan biaya pemeliharaan. ”Pemerintah suka mengambil alih kepemilikan,” kata Cecil. ”Tapi pemeliharaan rutinnya diabaikan.”

Meski demikian, lebih sering para pengembanglah yang menikmati dan mengambil keuntungan dari properti yang sebagian besar merupakan properti bernilai tinggi. Di Montana, dimana daya beli selebritas Hollywood berperan menjulangkan harga tanah sebelum akhirnya kembali stabil dalam beberapa tahun terakhir ini, pengusaha Kim Kelsey mengakui, ia mendapatkan sekitar dua surat penawaran setiap minggu untuk peternakan Nine Quarter Circle Ranch milikya. ”Anda bisa mendapatkan kuntungan cukup besar jika menjualnya secara utuh atau hanya sebagian.” Mengurus sebuah peternakan penginapan dan mencoba membuatnya mandiri secara finansial bukanlah tantangan mudah. Setelah mencoba bertahan selama 20 tahun, sejumlah keluarga menjual atau melepas properti dan tanah mereka.

Kembali ke wilayah Pantai Timur Amerika Serikat, harga lahan di sekeliling Basin Harbor Club telah naik setidaknya empat kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir. Namun keluarga Beach siap menempuh perjalanan panjang. ”Bisa terus eksis sangat penting, bukan melulu mengenai angka di neraca keuangan setiap triwulannya,” kata Pennie.

Musser setuju bahwa komitmennya yang tinggi disebabkan karena faktor peninggalan keluarga dari pada keuntungan finansial. Para pengusaha hotel keluarga dikaruniai loyalitas tinggi. ”Anda ke Ritz Carlton, semua pelayanannya baik. Tapi yang demikian bisa Anda dapatkan dimana saja,” kata Beach. ”Hotel keluarga lebih istimewa; Anda tidak bisa mendapatkannya dimanapun, hanya di satu tempat saja.”

From : National Geographic Traveller Indonesia




*****
Related Posts by Categories